Khamis, 15 April 2010

sesudu penawar

BismiLlah;


Sebuah puitis hidup syeikh dakwah yg telah mendahului kita…


(alm. KH Rahmat Abdullah)


Memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu..


Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai..


Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari..


Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.


Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.


Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.


Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.


Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.


Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.


Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.


Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.


Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..


Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “


Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…



“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.

Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.

Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.

Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.

Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”



sedutan dari emel seorang akh yang sangat menyintai kita semua

Khamis, 8 April 2010

Cinta Kita

Sabarlah sesaljuku
Masanya takkan selama yang engkau sangkakan
Dalam sekelipan mata dan sedhuha itu
Semuanya akan pasti berubah
Tidakkah itu janji Cinta Kita?

Sabarlah sesaljuku
Benar engkau tidak pernah redha
Dikaitan dengan apa jua jenama ciptaan nafsu manusia
Bahkan selamanya engkaulah bersama tanah bertuah itu
Telah menyambut cinta-cintaku
Berkongsi Cinta Kita dengan mereka
Agar suatu hari nanti
Mereka jugakan berbuat yang sama

Sabarlah sesaljuku
Bukan aku tidak mau
Bukan aku melupakanmu
Dan ... Alhamdulillah ...
Dengan cinta Maha Cinta
Cinta Kita telah ditemukan
Dalam suatu saat dan ketika
Yang tak pernah kita sangkakan

Sabarlah sesaljuku
Hangat engkau menyambutku
Walau hanya sebentar
Hangat juga engkau melepaskanku
Terima dan kembalilah Cinta Kita

Sabarlah sesaljuku
Teruslah turun menyucikan tanahmu
Jangan engkau pernah jemu
Semoga aku juga tidak akan pernah jemu
Demi satu Cinta Kita
Semoga cinta Cinta Kita akan terus menyintai kita

Semoga Allah akan sentiasa bersamamu
Aku tinggalkan engkau dalam cinta Allah
Kumohon ...
lepaskanlah aku dalam cintaNya jua
Sebaik baik Pencinta alam semesta
Sebaik baik Pencinta adalah ...
DIA.

Sabtu, 27 Mac 2010

Engkau Aku

Ada apa dengan pemuda itu???
Berambut panjang ???
Berseluar jeans ... bertampal ???
Berjaket kulit ???
Bertopi ... bukan kopiah ???
Berengkau dan aku ???
Jalannya ...
Gayanya ...
Bahasanya ...
Berusrah ???
MEMBAWA USRAH ?!!!

Ada apa dengan pemudi itu ???
Tudung apakah itu ???
Baju apakah itu ???
Seluar apakah itu ???
Dari mana perfume itu ???
Apa yg dimatanya ???
... Pipinya ???
... Bibirnya ???
Jalannya ...
Gayanya ...
Bahasanya ...
Lunak suaranya ...
Berusrah ???
MEMBAWA USRAH ?!!!

Ada apa dengan para murabbi dan murabbiah itu ?
...
BERUSRAH ?!!!
MEMBAWA USRAH ?!!!

Ada apa dengan aku waktu itu?

Lucu ...
Sungguh lucu ...
Sungguh ...
Huhu ...

ps :
adik ...
mereka telah, sedang dan akan terus memerhati
mujahadahlah

Jumaat, 26 Mac 2010

atepxo

Iye adik ...
Indah nya kalau semua orang macam itu ...
Sangat indah ...
Teramat sangat indah.

Isnin, 22 Mac 2010

re-generasi


Assalamualaikum akhi wa ukhti

tidak ada yg lebih menggembirakan hati ini
lebih dari melihat bahawa
hati hati kalian akan bersatu

terlebih lagi
bila melihat seorang akh yang sanggup menerima
ukht yang lebih berumur
dan seorang ukht yang sanggup menerima
akh yang lebih muda

suatu sunnah
yang tidak ramai sanggup menghidupkannya
semoga kalian diberikan keikhlasan melaksanakannya
dan menjadi contoh pada yang lain

tapi tetap
iblis dan syaitan
tidak pernah lalai dan leka
untuk mengotori proses re-generasi ini

semoga allah memberikan kita
kekuatan dan pertolongan
untuk keluar dari mala petaka ini

doaku untuk kalian
yang tidak akan pernah putus
semoga ada juga ruang untukku
dalam doa doa kalian

hafizokumullah
moga allah mudahkan dan berkati

wassalamu alaikum warohamtullah

akhukum fillah
wa uhibbukum fillah,
aatdiff

# adik ...
kalian telah besar
dan aku telah semakin ...

Selasa, 23 Februari 2010

Husnu Zon

Bilakah kali terakhir kita bersangka baik dengan Allah?

Bahawa Allah akan mengampunkan segala dosa kita.
Bahawa Allah akan menerima semua taubat kita.
Bahawa Allah akan membantu kita untuk istiqamah dalam taubat.
Bahawa Allah akan membantu kita untuk memulakan langkah-langkah ketaatan.
Bahawa Allah akan menjauhkan kita dari kemaksiatan.
Bahawa Allah akan membantu kita menjauhi kemaksiatan.
Bahawa Allah akan memberikan kekuatan untuk ikhlas.
Bahawa Allah akan memberikan ganjaran syurga terbaik.

Bilakah kali terakhir kita bersangka baik dengan Allah?

Bahawa Allah akan menguatkan langkah kita dalam dakwah dan tarbiah.
Bahawa Allah akan membantu kita menghayati dakwah dan tarbiah.
Bahawa Allah akan membantu kita membuka hati hati kesayangan kita.
Bahawa Allah akan membantu kita memegang hati hati kesayangan kita.
Bahawa Allah akan membantu kita membawa kesayangan kita dalam dakwah dan tarbiah.
Bahawa Allah akan mengumpulkan kita semua kembali di syurga.

Bilakah kali terakhir kita bersangka baik dengan Allah?

Bahawa Allah akan berbuat sebagaimana kita bersangka baik kepadaNya.

Bilakah kita akan SENTIASA bersangka baik dengan Allah?

Jumaat, 15 Januari 2010

terbaca

saya baru selesai membaca
sirah seorang sahabat
Abdullah bin Amr bin Al-Asr
sangat menarik
cubalah
moga allah memberikan kekuatan
untuk melihat kebenaran kebenaran dan mengikutinya
dan melihat kebatilan kebatilan dan menghindarinya
amin